Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan tidak ada pembenaran atas serangan Hamas maupun penderitaan yang dialami rakyat Palestina di Jalur Gaza setelahnya.
Dalam pidatonya di Indonesia, Guterres menyoroti meningkatnya konflik global dan dampaknya terhadap masyarakat sipil. Ia menyebut situasi di Timur Tengah, Ukraina, Sudan, dan Myanmar sebagai bagian dari tantangan yang menguji kemampuan sistem multilateral dalam menjaga perdamaian.
Guterres secara khusus menyoroti skala pembunuhan dan kehancuran di Gaza yang menurutnya belum pernah ia saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB.
Advertisement
"Saya dapat menegaskan kembali bahwa serangan teror Hamas beberapa tahun lalu tidak dapat dibenarkan. Namun, tidak ada pula yang dapat membenarkan apa yang terjadi setelahnya terhadap rakyat Palestina di Gaza," ujar Guterres.
Ia menggambarkan skala dan intensitas pembunuhan serta tingkat kehancuran di wilayah yang sangat padat tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa besar.
"Skala dan intensitas pembunuhan, serta tingkat kehancuran yang begitu besar di wilayah yang sangat padat dan terbatas, tidak seperti apa pun yang pernah saya saksikan selama bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jenderal," katanya.
Guterres juga memperingatkan adanya ancaman pembersihan etnis di wilayah Palestina yang diduduki.
Solusi Dua Negara Harus Dipertahankan
Guterres menilai konflik yang terus berlangsung menjadi ujian bagi sistem multilateral internasional. Menurutnya, situasi tersebut menunjukkan apakah prinsip-prinsip hukum internasional dapat ditegakkan atau justru diabaikan.
Ia menekankan pentingnya pelaksanaan penuh rencana perdamaian untuk Gaza dan mendesak agar solusi dua negara tidak dibiarkan menghilang dari upaya penyelesaian konflik.
"Rencana perdamaian untuk Gaza harus dilaksanakan sepenuhnya, dan kita tidak boleh membiarkan solusi dua negara menghilang di depan mata kita," ujarnya.
Guterres juga mengapresiasi Indonesia yang menurutnya secara konsisten berada di garis depan dalam membela hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.
Ia menilai dukungan negara-negara seperti Indonesia diperlukan untuk memperkuat sistem multilateral, sehingga hukum dapat menjadi landasan penyelesaian konflik internasional.
Dengan demikian, prinsip hukum harus diutamakan daripada penggunaan kekuatan untuk memaksakan kehendak.
Konflik Global Menguji Peran PBB
Selain konflik di Gaza, Guterres memperingatkan bahwa jumlah konflik di dunia terus bertambah, penderitaan manusia semakin dalam, dan hukum internasional semakin sering diabaikan.
Menurutnya, situasi tersebut memperlihatkan pentingnya memperkuat lembaga multilateral agar mampu menjalankan perannya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Ia menilai dunia membutuhkan kerja sama yang lebih efektif, representatif, dan mampu merespons berbagai tantangan yang saling berkaitan.
Guterres juga mengingatkan bahwa dunia tidak boleh terpecah akibat persaingan geopolitik dan perbedaan kepentingan antarnegara.
Dalam pandangannya, penguatan multilateralisme menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip hukum internasional tetap dihormati dan upaya perdamaian dapat terus dijalankan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441706/original/046861700_1765516083-jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377170/original/092182700_1792408461-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_18.10.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377179/original/051062600_1792409846-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_18.26.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377059/original/088803300_1792403215-1792402951818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376935/original/026780300_1792399176-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_15.31.50.jpeg)