Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup lantaran terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Minggu (6/9/2026). hingga Senin (7/9) pagi. Sejumlah traveler mengisahkan kondisi mereka setelah penundaan dan pembatalan penerbangan.
Sebagian traveler membatalkan penerbangan dan memilih transportasi alternatif untuk mencapai destinasi tujuan. Sebagian lain benar-benar membatalkan perjalanan.
Seperti yang dilakukan oleh traveler bernama Reza dari Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Dia berbagi cerita pengalaman istrinya yang memilih melanjutkan perjalanannya dengan kereta api setelah penerbangannya dibatalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan istri saya harus berangkat ke Yogyakarta pada 6 September 2026 dengan jam keberangkatan 08.55 WIB. Sebenarnya kami mengetahui kabar terkait abu vulkanik ini saat menonton berita pagi, namun kami tetap memutuskan berangkat dan naik Damri menuju ke Bandara Soetta," tulis Reza dalam pesannya kepada detikTravel, kemarin.
Sesampai di bandara, Reza mengatakan penerbangan istrinya belum ada kabar pembatalan. Bahkan, mereka sempat melakukan check in dan boarding.
"Saat waktu boarding tiba, diminta menunggu sampai pukul 09.30 WIB, namun penerbangan dibatalkan. Akhirnya istri saya memilih refund, tetapi masih dalam proses, karena kami membelinya melalui jasa tiket online," kata dia.
Istri Reza kemudian memutuskan untuk mencari transportasi lain. Mereka memesan tiket kereta api untuk menuju Yogyakarta. Dia mengatakan langkah itu tidak mudah karena saat itu hanya tersisa pilihan perjalanan kereta yang terbatas. Istri Reza menuju Yogyakarta dengan kereta malam dari Stasiun Pasar Senen.
"Akhirnya istri saya berinisiatif untuk membeli tiket kereta api jurusan Yogyakarta secara online, dan jadwal tercepat yang tersisa pukul 19.00 WIB. Akhirnya, saya mengantarkan ke Stasiun Pasar Senen pada pukul 15.00 WIB," ujar dia.
Ada juga cerita pasangan turis Malaysia yang pulang berlibur dari Bandung, belum bisa balik ke Malaysia karena terimbas erupsi. Dikutip dari detikNews, turis bernama Anik itu hanya bisa pasrah ketika dia terjebak di T3 Bandara Soetta.
"Ya sepertinya kita hanya merancang, Tuhan yang menentukan. Kalanya berlaku seperti aktivitas gunung berapi dan sebagainya, ya gimana sih, mau buat apa? Kuasanya kuasa Tuhan, kitanya manusia hanya ciptaan-Nya. Apa lagi yang kita boleh lakukan. So, kita ikut saja aturannya, mungkin ada yang lebih baik di hadapan," kata dia.
Kendati terjebak karena erupsi Anak Krakatau, Anik mengatakan, pengalaman liburannya di Indonesia sangat menyenangkan. Dia menyukai keramahan warga Indonesia.
Alternatif untuk traveler
Hingga pagi ini, sebanyak tujuh bandara ditutup hingga pukul 08.59 WIB. Bandara itu Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Halim Perdana Kusuma, Hussein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, hingga M. Taufik Kiemas.
Traveler yang butuh konektivitas bisa menuju bandara alternatif yang beroperasional normal. Melalui akun instagram, Injourney Airport membagikan tujuh bandara alternatif yang dapat digunakan para penumpang yang terdampak erupsi, yaitu Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Jenderal Ahmad Yani, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Juanda, Bandara Sultan Syarif Kasim II, dan Bandara Kertajati.
Selain jalur udara, traveler juga bisa memilih perjalanan alternatif dengan kereta api. Manajemen PT KAI mengatakan bahwa mereka terus memantau kondisi operasional, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi petugas di lapangan terus dilakukan untuk menjaga perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman.
KAI terus melakukan pemantauan kondisi terkini serta berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG serta PVMBG, lembaga yang melakukan pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia.


























































