Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat indeks literasi keuangan syariah Indonesia telah mencapai 43,7% pada 2026. Namun, indeks inklusinya baru menyentuh angka 13,24%. Kesenjangan ini menandakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah masih belum sebanding dengan penggunaan produk dan layanannya secara nyata.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa peningkatkan inklusi keuangan syariah sangat membutuhkan inovasi produk, penguatan kapasitas industri, serta kolaborasi yang erat antara regulator, ulama, dan para pelaku usaha.
"Kalau kita kembalikan ke syariah, secara literasi sudah 43%, tetapi yang menggunakan baru 13%," ujar Friderica dalam Ijtima Sanawi XXII 2026, Selasa (20/10/2026).
Advertisement
Friderica menjelaskan, pengukuran literasi keuangan syariah mencakup lima aspek utama, yakni pemahaman, keyakinan, keterampilan, sikap, dan perilaku. Oleh karena itu, masyarakat yang memahami prinsip dasar keuangan syariah belum tentu otomatis menggunakan produk Keuangan syariah tersebut.
OJK mencatat total aset industri keuangan syariah telah menembus Rp 3.200 triliun pada Agustus 2026, atau tumbuh 8,19% secara tahunan (year-on-year). Pangsa pasar aset keuangan syariah ini menyumbang 11,16% terhadap total sektor jasa keuangan nasional.
"Jadi, ini merupakan satu hal yang bisa menjadi modalitas untuk bagaimana kita meningkatkan inklusi keuangan," kata Friderica.
Tantangan Industri Keuangan Syariah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378036/original/016835600_1792488111-ojk2.jpeg)
Menurutnya, industri keuangan syariah saat ini masih dibayangi sejumlah tantangan, seperti ketahanan kelembagaan, diferensiasi produk, inovasi, kualitas sumber daya manusia, hingga kepercayaan konsumen. OJK pun terus mendorong penguatan peran Dewan Pengawas Syariah (DPS) demi menjaga kepatuhan prinsip syariah sekaligus menyokong pengembangan bisnis dan manajemen risiko.
"DPS ini penjaga integritas syariah dan kepercayaan masyarakat," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Cholil Nafis, menyoroti penurunan indeks inklusi keuangan syariah dari 13,41% pada 2025 menjadi 13,24% pada 2026. Padahal, pada periode yang sama, indeks literasi keuangan syariah tercatat menanjak dari 43,2% menjadi 43,7%.
"Ini masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama, bagaimana DPS itu tidak hanya bicara soal syariah saja, tetapi mendorong terhadap bagaimana bisnisnya bisa meningkat," tutur Cholil.
Advertisement
Butuh Keseimbangan Pemahaman
Cholil menilai penguatan industri membutuhkan keseimbangan pemahaman antara prinsip syariah dan praktik bisnis modern. Menurutnya, DPS perlu menguasai manajemen risiko, sedangkan jajaran direksi (Board of Directors/BOD) wajib memahami fikih muamalah agar lihai merancang produk yang selaras dengan syariat.
"Kalau praktisinya, BOD-nya itu paham tentang syariah, maka dia ketika mengembangkan produk itu sudah tahu mana yang sesuai syariah dan mana yang tidak," kata Cholil.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang solid antara OJK dan DSN-MUI dalam pembinaan serta pengawasan DPS. Langkah pengawasan ini diharapkan mampu menjaga koridor kepatuhan syariah tanpa sedikit pun menghemat ruang inovasi dan laju pertumbuhan ekonomi syariah.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4751478/original/019919400_1708694702-Gus_Iqdammmm.ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378214/original/055597900_1792492609-Screenshot_2026-10-20_171752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378035/original/043119400_1792488109-ojk.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378108/original/030222600_1792490046-IMG_8086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375363/original/091415400_1792141067-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_15.50.55__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375356/original/043808200_1792141011-WhatsApp_Image_2026-10-16_at_15.50.57__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377229/original/019038000_1792416131-1000478951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377143/original/010413700_1792406474-IMG_8011.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377065/original/078617100_1792403919-email-attachment_2026_10_19_ariefhakim-at-klyid_bos-ojk-sebut-ihsg-mulai-rebound-usai-dihantam-sentimen-msci_1000478774.jpg)