Holei Sea Arch, sebuah struktur batuan lava setinggi 90 kaki (27,4 meter) yang terbentuk sekitar 550 tahun lalu telah runtuh ke Samudra Pasifik. Tidak diketahui kapan formasi yang terkenal di Hawaii ini hancur.
Dilansir dari BBC, Senin (5/10/2026) menurut National Park Service (NPS), lengkungan batu itu masih menjorok ke arah perairan dari pesisir Taman Nasional Volcanoes pada tanggal 23 September, namun sudah lenyap pada tanggal 27 September.
"Garis pantai di sisi lengkungan laut tersebut telah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan selama bertahun-tahun," demikian pernyataan NPS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lengkungan batu tersebut diperkirakan runtuh saat taman nasional ditutup sementara akibat Badai Tropis Nolo pada akhir pekan lalu. Pihak pengelola taman nasional menyatakan bahwa gempa bumi yang terjadi selama letusan gunung berapi Kīlauea dan runtuhnya puncak kawah pada tahun 2018 juga telah merusak tebing di dekat lengkungan batu tersebut.
Terletak di ujung Jalan Chain of Craters di Pulau Hawaii, formasi ini merupakan destinasi wisata populer yang sering diabadikan dalam foto. Keruntuhan akhirnya ini menandai perubahan terbaru pada garis pantai taman nasional yang terpencil dan terjal.
Menurut NPS, pada bulan Januari 2020, munculnya retakan baru dan ketidakstabilan tebing membuat pihak taman menutup area pengamatan dan membuka area pengamatan baru yang lebih aman beberapa bulan kemudian.
Ombak akibat badai tropis di tahun yang sama sempat mematahkan sebagian bongkahan batu dari bagian bawah lengkungan tersebut.
"Formasi ini indah, namun bersifat sementara dan memiliki masa hidup yang terbatas. Lengkungan laut ini pada akhirnya akan runtuh ke laut. Namun, formasi lain akan menggantikannya seiring tebing yang perlahan bergeser ke arah daratan," ujar pihak pengelola taman pada tahun 2021.


























































