Liputan6.com, Jakarta - Lagu-lagu legendaris Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati pendengar karena melodi dan liriknya yang mudah dikenang. Sejumlah karya yang populer pada era sebelumnya bahkan tetap bertahan dan dikenal oleh generasi muda berkat berbagai versi aransemen ulang.
Menariknya, aransemen baru tidak sekadar menghadirkan kembali lagu lama, tetapi juga memberikan warna musikal yang berbeda. Perpaduan karakter vokal, instrumen, dan gaya bermusik membuat karya-karya tersebut terasa lebih segar tanpa kehilangan daya tarik aslinya.
Beberapa musisi muda dan grup musik Indonesia turut memperkenalkan kembali lagu-lagu populer dari Chrisye, Titi DJ, Koes Plus, hingga Dewa 19. Mulai dari balada romantis hingga lagu dengan melodi yang kuat, berikut deretan karya legendaris yang diaransemen ulang dan menarik untuk didengarkan lintas generasi, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (20/10).
Advertisement
1. Kisah Cintaku – Chrisye dan Peterpan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2864501/original/094144700_1564128697-20190726-Noah-Wanitaku-1.jpg)
"Kisah Cintaku" merupakan salah satu lagu yang dikenal melalui suara khas Chrisye. Lagu ciptaan Tito Soemarsono ini kemudian dibawakan ulang oleh Peterpan dengan sentuhan pop rock yang menjadi ciri khas grup tersebut.
Versi Peterpan menghadirkan energi berbeda melalui karakter vokal Ariel dan iringan musik band, tetapi tetap mempertahankan nuansa emosional yang membuat lagu ini mudah melekat di ingatan pendengar. Aransemen tersebut juga menjadi salah satu cara memperkenalkan karya Chrisye kepada generasi yang tumbuh bersama musik pop Indonesia era 2000-an.
Advertisement
2. Pergilah Kasih – Chrisye dan D'Masiv
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328539/original/015429100_1787198284-IMG_7887.jpeg)
Lagu "Pergilah Kasih" merupakan karya Tito Soemarsono yang dipopulerkan Chrisye dan kembali menarik perhatian ketika dibawakan D'Masiv. Versi grup musik ini menghadirkan nuansa pop rock yang lebih modern, dengan vokal emosional dan permainan instrumen yang memperkuat kesan sedih dalam lagu.
Ceritanya berkaitan dengan keputusan melepaskan seseorang yang dicintai, sehingga tetap relevan bagi pendengar dari berbagai generasi. D'Masiv berhasil memberikan identitas musikal tersendiri tanpa menghilangkan karakter melodi yang membuat versi Chrisye begitu dikenang.
3. Sang Dewi – Titi DJ dan Lyodra
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5255675/original/070668400_1750212265-WhatsApp_Image_2025-06-18_at_02.45.52.jpeg)
"Sang Dewi" menjadi salah satu contoh lagu legendaris yang kembali populer melalui kolaborasi lintas generasi. Lagu yang dipopulerkan Titi DJ pada 2001 ini dibawakan ulang oleh Lyodra bersama Andi Rianto pada 2022.
Versi terbaru tersebut menggunakan aransemen orkestra yang megah, sehingga memberikan kesan dramatis dan memperlihatkan kekuatan vokal Lyodra. Meski hadir dengan pendekatan musikal yang berbeda, lagu ini tetap mempertahankan tema cinta dan kesetiaan yang menjadi daya tarik utamanya.
Advertisement
4. Panah Asmara – Chrisye dan Afgan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2818036/original/048355200_1559045755-20190527154338_IMG_3867-01.jpeg)
"Panah Asmara" merupakan lagu yang identik dengan Chrisye sebelum dibawakan kembali oleh Afgan. Lagu ini mengangkat perasaan jatuh cinta, ketertarikan, dan kegelisahan ketika seseorang berharap cintanya mendapat balasan.
Melalui karakter vokal yang lembut dan sentuhan pop modern, Afgan memberikan warna baru pada lagu tersebut. Aransemen ulang ini membuat "Panah Asmara" terasa lebih dekat dengan selera pendengar masa kini, sementara melodi khasnya tetap menjadi bagian penting yang menghubungkan versi Afgan dengan karya Chrisye.
5. Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi) – Rio Febrian dan Rony Parulian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362366/original/005527800_1758861327-yovie_p1.jpg)
"Salahi Aku (Ku Jatuh Cinta Lagi)" merupakan lagu ciptaan Yovie Widianto yang sebelumnya dikenal melalui suara Rio Febrian. Pada 2025, lagu ini kembali dihadirkan melalui kolaborasi Yovie Widianto, Andi Rianto, dan Rony Parulian.
Versi terbarunya memadukan karakter vokal Rony yang kuat dengan aransemen orkestra khas Andi Rianto, sehingga menghasilkan suasana yang lebih megah dan dramatis. Lagu tentang perasaan jatuh cinta kembali ini memperlihatkan bagaimana karya lama dapat memperoleh interpretasi baru tanpa kehilangan inti emosinya.
Advertisement
6. Kupu-Kupu Malam – Titiek Puspa dan Noah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/829531/original/002591000_1426503151-NOAH-BAND-2.jpg)
"Kupu-Kupu Malam" merupakan lagu karya Titiek Puspa yang dikenal karena mengangkat kisah kehidupan seorang perempuan yang menghadapi kerasnya realitas sosial. Ketika dibawakan Noah, lagu ini mendapatkan sentuhan musik yang lebih modern dengan karakter pop rock dan vokal Ariel yang khas.
Aransemen tersebut menghadirkan suasana yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan kesan melankolis dan pesan kemanusiaan di dalamnya. Lagu ini juga mengingatkan pendengar bahwa sebuah karya musik dapat menjadi sarana untuk memahami kehidupan orang lain tanpa terburu-buru memberikan penilaian.
7. Andaikan Kau Datang – Koes Plus dan Noah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1265259/original/023945000_1465994491-20160615--Konser-NOAH-Jakarta--Herman-Zakharia-02.jpg)
"Andaikan Kau Datang" merupakan salah satu lagu klasik Koes Plus yang diciptakan Tonny Koeswoyo dan telah dibawakan ulang oleh sejumlah penyanyi. Noah turut memperkenalkan lagu ini melalui aransemen yang memberikan nuansa berbeda dari versi aslinya.
Liriknya menggambarkan penyesalan, kenangan, dan harapan akan pertemuan kembali dengan seseorang dari masa lalu. Dengan pendekatan musik yang lebih modern, Noah mempertahankan kesan sendu lagu tersebut sekaligus menghadirkannya kepada pendengar yang mungkin belum akrab dengan karya-karya Koes Plus.
Advertisement
8. Galih dan Ratna – Chrisye dan GAC
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2379200/original/038853700_1539099217-A1_3P7A0768.jpg)
"Galih dan Ratna" merupakan lagu yang diciptakan Guruh Soekarnoputra dan dipopulerkan Chrisye. Karya ini lekat dengan kisah cinta anak muda yang kemudian menjadi bagian dari ingatan musik populer Indonesia. GAC, grup yang terdiri dari Gamaliel, Audrey, dan Cantika, membawakan lagu tersebut dengan sentuhan pop yang lebih segar serta harmonisasi vokal yang menjadi ciri khas mereka.
Perpaduan tersebut memberikan kesan lebih modern tanpa menghilangkan nuansa romantis yang melekat pada lagu. Versi GAC sekaligus memperlihatkan bagaimana karya klasik dapat tetap menarik ketika disesuaikan dengan karakter musikal generasi berikutnya.
9. Bukan Cinta Manusia Biasa – Dewa 19 dan Vedra "The Icon"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377951/original/014454100_1792483781-Screenshot__521_.jpg)
"Bukan Cinta Manusia Biasa" merupakan lagu ciptaan Ahmad Dhani yang dikenal melalui Dewa 19. Pada 2026, lagu ini kembali dihadirkan melalui kolaborasi Dewa 19 dengan Vedra "The Icon" sebagai vokalis. Versi terbaru tersebut tetap menonjolkan tema cinta yang mendalam, bahkan ketika perasaan itu tidak mendapatkan balasan yang sama.
Ahmad Dhani kembali terlibat sebagai produser sekaligus pengaransemen, sehingga karakter musikal Dewa 19 tetap terasa dalam pembaruan ini. Kehadiran Vedra memberikan interpretasi vokal baru pada lagu yang telah dikenal oleh penggemar musik Indonesia selama bertahun-tahun.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Karya Legendaris yang Diaransemen Ulang Musisi Muda
Apa saja lagu legendaris Indonesia yang diaransemen ulang oleh musisi muda?
Beberapa di antaranya adalah "Kisah Cintaku" oleh Peterpan, "Pergilah Kasih" oleh D'Masiv, "Sang Dewi" oleh Lyodra, "Panah Asmara" oleh Afgan, serta "Kupu-Kupu Malam" dan "Andaikan Kau Datang" oleh Noah.
Siapa saja musisi yang menciptakan lagu-lagu legendaris tersebut?
Sejumlah lagu tersebut diciptakan oleh musisi ternama Indonesia, seperti Tito Soemarsono untuk "Kisah Cintaku" dan "Pergilah Kasih", Guruh Soekarnoputra untuk "Galih dan Ratna", serta Ahmad Dhani untuk "Bukan Cinta Manusia Biasa".
Mengapa lagu legendaris diaransemen ulang oleh musisi generasi muda?
Aransemen ulang memberikan warna musikal baru melalui karakter vokal, instrumen, dan gaya bermusik yang berbeda. Dengan demikian, lagu-lagu legendaris dapat kembali dinikmati sekaligus diperkenalkan kepada generasi pendengar yang lebih muda.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4951569/original/075844000_1727155224-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378015/original/054392800_1792486799-02a628ba-2755-4f77-89da-a95a4d9d69e0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377957/original/003948000_1792484056-Gemini_Generated_Image_y5nousy5nousy5no.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613289/original/005132000_1697515634-_fpdl.in__young-muslim-bride-groom-wedding-photos_181624-37735_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4851051/original/045304600_1717387676-kemarau.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377937/original/001064700_1792483184-Gemini_Generated_Image_iwtltdiwtltdiwtl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341288/original/021208200_1788597021-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387839/original/029603100_1761105091-san3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333852/original/049228500_1787809844-Screenshot__252_.jpg)