Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi orang yang menyakiti hati, merendahkan harga diri, atau berbuat zalim bukanlah perkara mudah. Situasi ini bisa menimbulkan kesedihan, kemarahan, bahkan membuat seseorang kehilangan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam keadaan seperti itu, Islam mengajarkan umatnya untuk tetap bersandar kepada Allah SWT.
Doa memohon pertolongan Allah saat menghadapi orang yang menyakiti menjadi salah satu ikhtiar spiritual untuk menguatkan hati ketika menghadapi perlakuan yang tidak adil. Melalui doa, seorang Muslim memohon perlindungan, kesabaran, dan jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi.
Al-Qur'an mengajarkan bahwa pertolongan Allah sangat dekat dengan orang-orang yang bersabar. Namun, bersabar bukan berarti membiarkan kezaliman terus berlangsung atau mengabaikan hak diri sendiri. Seorang Muslim dapat menghadapi ujian tanpa kehilangan pegangan agama maupun keteguhan hati. Al-Qur’an menegaskan bahwa doa orang yang terzalimi memiliki kedudukan istimewa dan Allah menjamin pertolongan bagi hamba-Nya yang tertindas.
Advertisement
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa’ menjelaskan bahwa doa adalah senjata orang beriman dan salah satu obat paling bermanfaat untuk menolak musibah. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar bahkan membuka bab khusus tentang bolehnya mendoakan keburukan bagi orang yang menzalimi, meskipun memaafkan tetap lebih utama.
Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr memuat zikir saat kesusahan dan kesempitan. Ebook Koleksi Doa dan Zikir Ustaz Salehuddin bin Abu Samah menekankan adab berdoa dengan ikhlas, yakin, dan khusyuk.
Doa-Doa Memohon Pertolongan Allah Saat Menghadapi Orang yang Menyakiti
1. Doa Nabi di Thaif Saat Diusir dan Disakiti
Arab: اللَّهُمَّ إِلَيْكَ أَشْكُو ضَعْفَ قُوَّتِي وَقِلَّةَ حِيلَتِي وَهَوَانِي عَلَى النَّاسِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِينَ وَأَنْتَ رَبِّي، إِلَى مَنْ تَكِلُنِي، إِلَى بَعِيدٍ يَتَجَهَّمُنِي، أَمْ إِلَى عَدُوٍّ مَلَّكْتَهُ أَمْرِي، إِنْ لَمْ يَكُنْ بِكَ غَضَبٌ عَلَيَّ فَلَا أُبَالِي، وَلَكِنَّ عَافِيَتَكَ هِيَ أَوْسَعُ لِي، أَعُوذُ بِنُورِ وَجْهِكَ الَّذِي أَشْرَقَتْ لَهُ الظُّلُمَاتُ وَصَلَحَ عَلَيْهِ أَمْرُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ مِنْ أَنْ يَنْزِلَ بِي غَضَبُكَ أَوْ يَحِلَّ عَلَيَّ سَخَطُكَ، لَكَ الْعُتْبَى حَتَّى تَرْضَى، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ
Latin: Allaahumma ilaika asykuu dha‘fa quwwatii wa qillata hiilatii wa hawaanii ‘alan naas, yaa arhamar raahimiin, anta rabbul mustadh‘afiin wa anta rabbii, ilaa man takilunii, ilaa ba‘iidin yatajahhamunii, am ilaa ‘aduwwin mallaktahu amrii, in lam yakun bika ghadhabun ‘alayya fa laa ubaali, wa laakinna ‘aafiyataka hiya awsa‘u lii, a‘uudzu binuuri wajhikal-ladzii asyraqat lahuzh zhulumaatu wa shalaha ‘alaihi amrud dunyaa wal aakhirah min an yanzila bii ghadhabuka aw yahilla ‘alayya sakhatuka, lakal ‘utbaa hattaa tardhaa, wa laa haula wa laa quwwata illaa bika.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kekurangan daya upayaku, dan kehinaanku di hadapan manusia. Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihani, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Tuhanku. Kepada siapa Engkau serahkan aku? Kepada orang jauh yang berwajah muram kepadaku, atau kepada musuh yang Engkau kuasakan urusanku kepadanya? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Sungguh keselamatan dari-Mu lebih luas bagiku. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan yang menyebabkan urusan dunia dan akhirat menjadi baik, dari kemurkaan-Mu menimpaku atau azab-Mu turun atasku. Bagi-Mu segala pujian hingga Engkau ridha. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu.”
Merujuk Al-Mu’jam al-Kabir karya Imam at-Thabrani dan Al-Jami’ li Akhlaq ar-Rawi karya al-Baghdadi. Doa ini dibaca Nabi setelah dilempari batu oleh penduduk Thaif hingga kasut beliau berlumuran darah. Doa ini mengajarkan pengaduan kepada Allah tanpa celaan balik, sekaligus menyerahkan urusan kepada Yang Maha Adil.
2. Doa Hasbunallah wa Ni‘mal Wakil
Arab: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
Latin: Hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil.
Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
Merujuk QS Ali ‘Imran: 173, dalam Tafsir As-Sa’di, ayat ini turun ketika umat Islam menghadapi ancaman pasukan Quraisy setelah Perang Uhud; kalimat ini justru menambah iman dan keberanian mereka. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menganjurkan membaca hasbunallah wa ni‘mal wakil ketika menghadapi urusan besar, dan Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim mengucapkannya saat hendak dilemparkan ke dalam api.
3. Doa Berlindung dari Dizalimi dan Menzalimi
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar tidak tersesat atau disesatkan, tidak tergelincir atau digelincirkan, tidak menzalimi atau dizalimi, dan tidak berbuat bodoh atau diperbodohi.”
Doa ini mencakup perlindungan dua arah; agar tidak menjadi pelaku kezaliman dan agar tidak menjadi korban kezaliman. Mencatat doa ini sebagai doa keluar rumah agar tidak disesatkan setan dan dilindungi dari kejahatan manusia.
4. Doa Memohon Kecukupan dari Kejahatan Orang Lain
Arab: اللَّهُمَّ اكْفِنِيهِمْ بِمَا شِئْتَ
Latin: Allaahumma-kfiniihim bimaa syi’ta.
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku terhadap mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”
Merujuk doa Nabi ketika merasa takut terhadap suatu kaum. Doa ini singkat namun padat; hamba menyerahkan cara dan bentuk pertolongan sepenuhnya kepada kebijaksanaan Allah. Dalam Hisnul Muslim, doa ini termasuk zikir saat menghadapi musuh atau orang yang ditakuti kejahatannya.
5. Doa Nabi Musa agar Diselamatkan dari Kaum yang Zalim
Arab: رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Latin: Rabbi najjinii minal qaumizh zhaalimiin.
Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim.”
Merujuk QS Al-Qasas: 21, doa ini diucapkan Nabi Musa ketika keluar dari Mesir dengan rasa takut dan waspada, menunggu-nunggu pertolongan Allah. Doa ini relevan bagi siapa pun yang berada dalam tekanan penguasa atau kelompok yang zalim.
6. Doa Berlindung dari Kejahatan Manusia dan Setan
Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ، وَنَدْرَأُ بِكَ فِي نُحُورِهِمْ
Latin: Allaahumma innaa na‘uudzu bika min syuruurihim, wa nadra’u bika fii nuhuurihim.
Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka, dan kami memohon pertolongan-Mu untuk menghadapi mereka.”
Merujuk hadis riwayat Abu Dawud dalam Al-Adab, doa ini dibaca Nabi ketika beliau khawatir terhadap suatu kaum.
7. Doa agar Tidak Dijadikan Sasaran Fitnah Orang Zalim
Arab: رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Rabbanaa laa taj‘alnaa fitnatan lil qaumizh zhaalimiin, wa najjinaa birahmatika minal qaumil kaafiriin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari kaum yang kafir.”
Merujuk QS Yunus: 85–86, doa ini memohon agar kezaliman orang lain tidak menjadi ujian yang menjatuhkan iman, sekaligus memohon keselamatan dari tipu daya mereka.
8. Doa Berlindung dari Teman, Tetangga, dan Pasangan yang Menyakiti
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ صَاحِبِ غَفْلَةٍ وَمِنْ جَارِ سُوْءٍ وَمِنْ زَوْجٍ يُؤْذِي
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min shaahibi ghaflatin wa min jaari suu’in wa min zaujin yu’dzii.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sahabat yang lalai agama, tetangga yang jahat, dan pasangan yang menyakiti.”
Doa ini menyentuh konteks terdekat, yakni lingkaran sosial dan keluarga. Kezaliman tidak selalu datang dari musuh jauh; kadang justru dari orang-orang yang paling dekat, sehingga doa ini menjadi sangat relevan.
Waktu Terbaik Doa Memohon Pertolongan Allah
1. Saat sedang dizalimi atau dianiaya
Doa orang yang teraniaya adalah salah satu doa yang mustajab, bahkan Allah menjamin pertolongan bagi orang yang dizalimi sekalipun tertunda.
2. Sepertiga malam terakhir
Akhir malam sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa, termasuk memohon pertolongan atas kezaliman.
3. Setelah shalat fardhu
Doa setelah shalat fardhu memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Waktu setelah shalat wajib merupakan waktu mustajab.
4. Saat sujud
Sujud sebagai waktu yang sangat dekat antara hamba dan Rabb-nya, sehingga doa saat sujud sangat dianjurkan.
5. Antara azan dan iqamah
Waktu antara azan dan iqamah sebagai salah satu waktu mustajab.
6. Saat musafir dan dalam kondisi terdesak
Kondisi terdesak seperti saat musafir dan saat dianiaya sebagai waktu doa mudah dikabulkan.
7. Hari Jumat, terutama akhir waktu Ashar
Akhir waktu setelah Ashar pada hari Jumat sebagai waktu yang penuh harapan untuk dikabulkannya doa.
8. Saat hujan turun
Turunnya hujan sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
9. Saat berpuasa dan berbuka
Waktu berbuka puasa sebagai waktu yang dianjurkan untuk berdoa.
Hikmah Doa Memohon Pertolongan Allah Saat Menghadapi Orang yang Menyakiti
1. Menenangkan hati dan mencegah balas dendam
Ibnu Qayyim dalam Ad-Da’ wa Ad-Dawa’ menyebut doa sebagai obat yang paling bermanfaat dan senjata orang beriman. Doa menyalurkan emosi kepada Allah, bukan kepada tindakan destruktif.
2. Mendatangkan pertolongan Allah yang dijamin
Hadis riwayat at-Thabrani menyebut bahwa doa orang yang dizalimi diangkat ke awan dan Allah berfirman, “Demi kemuliaan-Ku, Aku pasti menolongmu, sekalipun nanti”. Jaminan ini memberi kekuatan batin bahwa keadilan akan ditegakkan.
3. Memperkuat tauhid dan tawakal
Doa hasbunallah wa ni‘mal wakil menegaskan bahwa hanya Allah yang Maha Mencukupi. Ibnu Katsir menganjurkan kalimat ini saat menghadapi urusan besar. Hikmahnya, hamba tidak menggantungkan diri pada kekuatan sendiri.
4. Melatih sabar dan memaafkan
Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar membolehkan mendoakan keburukan bagi orang zalim, tetapi memaafkan tetap lebih utama. Doa menjadi jembatan untuk menahan amarah dan pada akhirnya memaafkan.
5. Membangun kesadaran akan keadilan Allah. Mengutip Ibnu Qayyim, orang yang dizalimi lebih besar nikmatnya daripada nikmat sesaat saat membalas, karena ia mendapatkan jaminan pertolongan Allah. Doa menumbuhkan keyakinan bahwa kezaliman tidak akan beruntung selamanya.
Pertanyaan Seputar Doa Tersakiti
1. Apa doa paling singkat untuk menghadapi orang yang menyakiti?
“Hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil” dan “Allaahumma-kfiniihim bimaa syi’ta” dapat dibaca sebagai doa ringkas saat merasa terancam atau disakiti.
2. Kapan doa orang yang terzalimi paling mustajab?
Saat sedang dizalimi, sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, saat sujud, antara azan dan iqamah, serta saat musafir dan terdesak.
3. Bolehkah mendoakan keburukan bagi orang yang menyakiti?
Boleh, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar, tetapi memaafkan dan menyerahkan urusan kepada Allah lebih utama.
4. Apa doa Nabi saat diusir dari Thaif?
“Allaahumma ilaika asykuu dha‘fa quwwatii...” — doa yang mengadukan kelemahan kepada Allah tanpa membalas celaan penduduk Thaif.
5. Apa tanda doa menghadapi orang yang menyakiti mulai berdampak?
Hati lebih tenang, tidak terbawa amarah, muncul kesabaran, dan merasa cukup dengan pertolongan Allah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)