Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Bali berdampak langsung kepada pariwisata. Sopir jeep wisata di Kintamani, Bangli, berburu Pertalite demi memastikan kendaraan tak mogok saat mengantar turis ke kawasan black lava dan sunrise point Gunung Batur.
Mereka rela mengantre di SPBU karena kehabisan bensin saat membawa wisatawan, terutama turis asing, menjadi hal yang mereka khawatirkan.
"Agar nggak mogok. Bisa malu sama tamu (turis) bule kalau mogok kehabisan bensin di jalan," kata Mangku Sujana saat ditemui detikBali di SPBU Jalan Raya Penelokan, Kintamani, Selasa (13/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan detikBali, sejumlah sopir jeep wisata terlihat mengantre di SPBU tersebut sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Antrean kendaraan cukup padat dan mengular sekitar 200 meter.
Meski jumlah jeep wisata yang mengantre tidak banyak, kendaraan terus berdatangan secara bergantian. Tiga polisi terlihat mengatur arus lalu lintas di Jalan Raya Penelokan saat jeep wisata berwarna merah, biru, dan kuning mengantre untuk membeli BBM jenis Pertalite.
Hingga pukul 12.30 Wita, mobil dan sepeda motor masih silih berganti mengisi BBM di SPBU itu. Sekitar satu jam kemudian, stok Pertalite untuk mobil dan motor habis. SPBU tersebut hanya menyisakan pertamax.
Sujana mengatakan dirinya bisa mengantar turis ke kawasan black lava dan sunrise point hingga tujuh kali dalam sehari. Aktivitas itu dilakukan sejak pukul 03.00 Wita hingga pukul 08.00 Wita. Selama bolak-balik mengantar wisatawan, dia harus beberapa kali mengisi ulang tangki bahan bakar jeepnya dengan pertalite hingga penuh.
"Saya bisa tujuh kali bawa tamu ke dua titik di sunrise point dan black lava. Saya berangkat dari rumah di Desa Songan A. Setelah saya isi bensin, saya harus jemput tamu lagi ini," kata dia.
Sopir jeep wisata lainnya, Suhardika, juga mengantre untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Dia mengaku belum mengisi tangki bahan bakar jeep-nya sejak Senin (12/10).
Padahal, ada tamu yang harus dijemput untuk berwisata ke kawasan black lava. Suhardika juga berencana berbagi pertalite sebanyak 5 liter kepada rekan sesama sopir jeep dalam organisasinya.
"Saya (beli Pertalite) ini nanti disedot, dibagi ke teman sopir jeep yang lain," kata Suhardika.
Suhardika mengatakan tidak setiap hari dirinya mendapat wisatawan yang menyewa jasa jeep miliknya. Terkadang, dia hanya melayani tiga orang turis dalam sehari.
Meski begitu, dia tetap memastikan tangki bahan bakar jeepnya tidak kosong. Dengan tangki yang terisi penuh, dia bisa langsung bekerja mengantar tamu saat mendapat pesanan.
"Itulah saya ke pom bensin takut kehabisan juga. Nanti kalau ada tamu, bensin habis, nggak bisa jalan saya," katanya.
Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra mengatakan antrean BBM di sejumlah SPBU di Bangli tidak separah di daerah lain di Bali. Selain di Kintamani, antrean kendaraan juga terpantau agak padat di SPBU Desa Sidembunut, dekat perbatasan Bangli-Gianyar.
"Memang ada kepadatan (antrean kendaraan) tapi tidak sampai ke jalan. Meski begitu kami tetap menempatkan personel lalu lintas dan sabhara," kata Adhika.
Adhika mengatakan stok BBM masih tersedia di seluruh SPBU di Bangli. Namun, beberapa SPBU mengalami keterlambatan pengiriman BBM.
Informasi mengenai kelangkaan BBM yang beredar di media sosial juga diduga memicu kepanikan masyarakat hingga menimbulkan antrean di SPBU.
"Sebenarnya, setelah kami cek, stoknya masih ada. Tapi karena informasi di media sosial, orang jadi panic buying," kata dia.



























































