Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 lalu tak hanya menghancurkan rumah dan fasilitas publik. Gempa juga meninggalkan luka psikis berkepanjangan bagi anak-anak dan perempuan.
Dampak lainnya adalah rusaknya sejumlah fasilitas pendidikan, sehingga siswa terpaksa belajar di tenda darurat. Hal ini terjadi di SMPN 1 Reok dan MIN 1 kabupaten Manggarai.
Untuk memperlancar proses belajar-mengajar di tenda darurat, organisasi kemanusiaan Plan Indonesia mendistribusikan tenda, alat tulis, sarana MCK, hingga membangun Pos Sahabat Anak dan Perempuan atau yang disebut Pos SAPA. Di pos ini, para fasilitator rutin menggelar pendampingan psikososial guna memulihkan trauma anak-anak pascagempa.
Advertisement
"Kami sangat berterima kasih kepada Plan Indonesia karena sejak bencana, mereka telah membantu kami hingga saat ini," ujar guru SMPN 1 Reok Siprianus Medi, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Reok, Maria Oliva Nduang, mengatakan meskipun siswa belum merasa benar-benar aman karena masih belajar di tenda darurat, kondisi emosional mereka telah membaik.
"Total ada 448 siswa. Secara umum, kondisi psikologis mereka sudah pulih, berkat pendampingan dari Plan International," katanya.
Ia juga menyebutkan Plan Indonesia akan membangun sumur bor untuk kebutuhan air bersih sekolah dan warga sekitar. "Terima kasih banyak kepada Plan International yang telah mendampingi kami sejak awal bencana hingga saat ini," ucapnya.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, menjelaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok paling rentan pascagempa sehingga memerlukan perhatian khusus. Oleh karena itu, Plan Indonesia menjalankan program mencakup edukasi sanitasi berbasis masyarakat (STBM), edukasi perlindungan dari kekerasan, hingga pendampingan psikososial.
"Kami memiliki program khusus bagi anak-anak dan perempuan, termasuk pendampingan psikososial serta bantuan alat kesehatan. Tujuannya agar anak-anak tetap bisa belajar dengan tenang dan nyaman meskipun masih di tenda darurat," jelas Dini.
Selain pendidikan, ketersediaan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian juga menjadi fokus. Di Dusun Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, sekitar 830 jiwa atau 243 keluarga tinggal di lokasi pengungsian, namun hanya tersedia 15 unit MCK. Akibatnya, warga dilaporkan mengalami diare dan sebagian terpaksa membuang air besar di tempat terbuka.
"Kami telah menyalurkan toilet portabel dan mendistribusikan air bersih ke seluruh bak penampungan di lokasi tersebut," ungkap Dini.
Terdapat tiga program utama Plan Indonesia dalam penanganan pascagempa Flores: pendidikan dalam situasi darurat, perlindungan anak dalam situasi darurat, serta bantuan air bersih, paket kebersihan, dan dukungan hunian sementara.
Selain itu, puluhan guru juga dilatih menjadi pendamping kesiapsiagaan bencana agar dapat membekali siswa dengan pengetahuan melindungi diri saat terjadi bencana.
"Kami ingin kesiapsiagaan bencana menjadi bagian dari kebiasaan anak-anak, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi," tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan, mengakui skala kerusakan yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Kendala lain adalah akurasi data dan koordinasi lintas sektor.
Hingga saat ini, Pemkab Manggarai telah membangun 220 Ruang Kelas Darurat (RKD) di 142 sekolah dengan total anggaran Rp 2,2 miliar, atau rata-rata Rp 10 juta per unit RKD.
"Secara keseluruhan, data kerusakan pascagempa tercatat sebagai berikut: rumah warga: rusak berat 2.220 unit, rusak sedang 6.129 unit, rusak ringan 7.973 unit. Total rumah rusak: 34.622 unit dan 5.235 unit sudah masuk SK Bupati dan sedang proses uji publik," jelasnya.
"Fasilitas pendidikan: 398 unit, fasilitas kesehatan: 186 unit, fasilitas ibadah: 108 unit, fasilitas pemerintahan: 55 unit, fasilitas adat dan umum: 28 unit, sedangkan korban jiwa: 67 orang," sambungnya.
Wensislaus juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Plan Indonesia di wilayah Manggarai selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.
"Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat," harapnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344440/original/084293900_1788945337-cek_fakta_PGI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378118/original/094705800_1792490144-gus_iqdam_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5307544/original/024849800_1754469684-IMG_0583.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2845750/original/003475400_1562319949-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378284/original/089090300_1792495622-Anak-anak_korban_gempa_NTT_di_tenda_darurat.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378308/original/006484900_1792497405-500960.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378305/original/095406600_1792497181-500835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378294/original/005534000_1792496571-1001777953.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378288/original/028425900_1792496402-IMG-20260912-WA0062.jpg__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378286/original/013735900_1792496010-20261020_141502.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378274/original/031873600_1792495315-1002227183.jpg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378268/original/048579200_1792495109-KMP_Batu_Mandi_terbakar_di_perairan_Merak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378218/original/034484300_1792492918-IMG-20261020-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378207/original/093018000_1792492523-KMP_Batu_Mandi_terbakar.jpeg)