Al Azhar Mesir menyerukan pembentukan komite mediasi untuk mengakhiri pertempuran di kawasan Arab. Seruan ini bahkan jadi desakan agar konflik di daerah tersebut segera terselesaikan.
Seruan dari Al Azhar itu muncul di tengah memburuknya konflik antara Arab Saudi dan milisi Houthi yang berafiliasi dengan Iran dalam babak baru konflik Timur Tengah. Pada sebuah pernyataan Minggu (18/10/2026), Imam Besar Dr Ahmed Al Tayeb mendesak para pemimpin Arab dan muslim terkait hal ini.
"Menjunjung tinggi semangat persaudaraan serta ikatan agama, darah, dan bahasa; mengedepankan kebijaksanaan; serta mengutamakan akal sehat dan dialog. Hal ini dibarengi dengan upaya untuk segera menghentikan segala bentuk perang, pertempuran, kehancuran, dan sabotase yang menguras sumber daya masyarakat serta merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah." tulisnya, dilansir dari situs National News, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga memperingatkan perpecahan dan konflik internal melemahkan dunia Arab dan Islam, serta mengancam keamanan dan kedaulatannya. Konflik ini juga menguras sumber daya dan kekayaan saat persatuan sangat dibutuhkan.
Al Azhar sebagai lembaga yang sudah berdiri lebih dari 1.000 tahun berpengaruh besar di kalangan Islam Sunni seluruh dunia. Pemimpinnya saat ini adalah Imam Ahmed Al Tayeb yang juga menikmati popularitas luas di dunia Arab dan Islam.
Meski seruan pembentukan komite mediasi untuk mengakhiri konflik di kawasan itu jadi langkah yang relatif jarang dilakukan lembaga berpengaruh tersebut dalam ranah politik dan diplomasi, inisiatif ini kemungkinan besar dipandang sebagai langkah yang sifatnya simbolis.
Al Azhar menyatakan komite yang diusulkan itu harus menghimpun berbagai tokoh bijak dan tulus dari banyak negara Arab dan Islam untuk meredakan krisis yang terus memuncak, menjembatani perbedaan, dan menyelesaikan sengketa. Inisiatif ini juga bertujuan menjaga kekuatan dan kedaulatan negara-negara Arab, melindungi nyawa dan mengamankan sumber daya serta masa depan rakyat mereka.
Institusi itu bahkan menyatakan kesiapannya memberi dukungan penuh pada komite tersebut. Mereka yakin pihak-pihak yang terlibat bisa mengatasi perbedaan dan membuka lembaran baru demi terciptanya perdamaian serta stabilitas.




































































