Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyoroti kaitan antara perceraian dan kemiskinan di masyarakat. Menurutnya, perpisahan dalam rumah tangga dapat memunculkan masalah ekonomi baru, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang berisiko telantar setelah perceraian.
Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar di Kementerian Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Menag mengatakan, upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan dengan melihat persoalan secara menyeluruh. Pemerintah, menurutnya, tidak cukup hanya menangani dampak kemiskinan, tetapi juga perlu mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penyebabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara ekosistem kita mencoba untuk memotret kemiskinan ini tidak hanya dalam bentuk akibat ya, tetapi sebab yang menyebabkan kemiskinan itu pun juga harus kita lihat ya secara komprehensif sehingga nanti solusinya bisa diselesaikan dengan tepat," ujar Nasaruddin.
Ia kemudian menyinggung perceraian sebagai salah satu faktor yang dinilainya dapat berkontribusi terhadap munculnya kemiskinan baru. Kondisi tersebut terutama berkaitan dengan perempuan dan anak-anak yang menghadapi persoalan ekonomi setelah orang tua berpisah.
"Perceraian itu juga memberikan kontribusi lahirnya kemiskinan baru dalam masyarakat, yaitu anak-anak dan perempuan telantar," kata Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, dampak perceraian terhadap kondisi ekonomi keluarga perlu menjadi perhatian dalam upaya menekan angka kemiskinan. Perempuan yang kehilangan dukungan ekonomi setelah berpisah dari pasangan serta anak-anak yang tidak mendapatkan pemenuhan kebutuhan secara memadai berisiko mengalami kesulitan ekonomi.
"Karena kalau terjadi perceraian, otomatis istrinya itu banyak terbengkalai, anak-anaknya juga telantar, dan itu berkontribusi melahirkan orang miskin baru," ujarnya.
Di sisi lain, Nasaruddin mengklaim angka perceraian di Indonesia telah mengalami penurunan signifikan. Ia berharap tren tersebut dapat mendukung penguatan kondisi sosial masyarakat sekaligus membantu mencegah munculnya kelompok masyarakat miskin baru.
"Dengan demikian kita harap dampaknya juga akan memberikan penguatan masyarakat, penguatan umat, dan juga mencegah kemiskinan," pungkas Nasaruddin.




































































