Kuasa Allah SWT mencakup seluruh alam semesta. Apa yang dianggap mustahil oleh manusia dapat terjadi dengan mudah atas kehendak-Nya. Salah satu kisah yang menggambarkan kebesaran kuasa Allah SWT terjadi pada zaman Rasulullah SAW, ketika sebuah pohon kurma berpindah tempat.
Kisah tersebut juga mengajarkan pentingnya menjaga kehalalan makanan dan harta yang diberikan kepada keluarga. Cerita tentang pohon kurma ini dikisahkan dalam buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW karya Fuad Abdurahman.
Kisah Abu Dujanah dan Pohon Kurma
Dikisahkan, salah seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Abu Dujanah, yang memiliki nama asli Samak bin Kharsyah. Ia dikenal sebagai sahabat yang pemberani dan piawai dalam peperangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu Dujanah merupakan pemilik ikat kepala merah sekaligus salah seorang pemegang pedang Rasulullah SAW dalam Perang Uhud.
Namun, ada satu kebiasaan Abu Dujanah yang diperhatikan Rasulullah SAW. Setiap selesai salat Subuh berjamaah, ia selalu bergegas meninggalkan masjid sebelum Rasulullah SAW selesai memanjatkan doa.
Suatu hari, Rasulullah SAW menegurnya.
"Apakah kau tidak butuh kepada Allah?" tanya Rasulullah SAW.
"Tentu saja, ya Rasulullah," jawab Abu Dujanah.
"Lalu, mengapa kau tidak diam terlebih dahulu sampai tuntas doaku?" lanjut Rasulullah SAW.
"Maafkan aku, wahai Rasulullah. Aku memiliki keperluan," jawab Abu Dujanah.
"Apa keperluanmu?" tanya Rasulullah SAW.
Abu Dujanah kemudian menjelaskan alasan dirinya selalu terburu-buru pulang setelah salat Subuh.
"Ya Rasulullah, rumahku berdekatan dengan rumah tetanggaku. Di rumahnya terdapat sebatang pohon kurma yang dahannya condong ke arah rumahku. Ketika angin bertiup pada malam hari, buah kurma yang telah matang sering jatuh ke halaman rumahku."
"Ketika anak-anakku bangun pada pagi hari dan merasa lapar, mereka bisa saja memakan kurma yang mereka temukan di halaman. Karena itu, aku bergegas pulang sebelum mereka bangun untuk mengumpulkan kurma-kurma tersebut dan mengembalikannya kepada pemiliknya," jelas Abu Dujanah.
Ia kemudian menceritakan sebuah kejadian yang membuat Rasulullah SAW terharu.
"Suatu hari, aku melihat salah seorang anakku memasukkan kurma ke dalam mulutnya. Aku segera mengeluarkannya dengan jariku dan berkata, 'Wahai anakku, jangan membuka aib ayahmu kelak di akhirat.'"
"Anakku menangis karena merasa sangat lapar. Aku berkata kepadanya, 'Aku tidak akan membiarkan barang haram memasuki perutmu.' Setelah itu, aku segera mengembalikan kurma-kurma tersebut kepada pemiliknya."
Mendengar penuturan Abu Dujanah, Rasulullah SAW kemudian menanyakan siapa pemilik pohon kurma tersebut. Abu Dujanah menjawab bahwa pohon itu milik seorang yang dikenal sebagai orang munafik.
Rasulullah SAW kemudian memanggil pemilik pohon tersebut. Beliau menawarkan kepadanya untuk menjual pohon kurma itu dengan balasan sepuluh pohon kurma di surga, yang akarnya berupa intan dan berlian putih, serta bidadari sebanyak jumlah buah kurma yang matang.
Namun, orang tersebut menolak tawaran itu. "Aku bukan pedagang. Aku mau menjual pohon kurma itu jika kau membayarnya dengan harga yang tinggi dan kontan," jawabnya. Abu Bakar RA kemudian menawarkan pilihan lain. "Maukah pohon kurmamu itu ditukar dengan sepuluh pohon kurma di tempat lain?" tanyanya.
Tawaran tersebut diberikan agar pohon kurma itu dapat menjadi milik Abu Dujanah sehingga anak-anaknya bisa menikmati buah kurma yang jatuh dari pohon tersebut tanpa khawatir memakan sesuatu yang bukan hak mereka.
Di antara seluruh pohon kurma di Madinah, pohon milik orang tersebut dikenal sebagai salah satu yang terbaik. Karena itu, ia akhirnya menyetujui pertukaran tersebut. "Kalau begitu, baiklah. Aku mau menukarnya," katanya.
Setelah kesepakatan tercapai, pohon kurma tersebut diberikan kepada Abu Dujanah. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada Abu Bakar RA, "Aku akan menanggung penggantinya, wahai Abu Bakar."
Abu Bakar RA dan Abu Dujanah pun merasa gembira mendengar kabar tersebut.
Pohon Kurma Berpindah dengan Kuasa Allah
Setelah menjual pohon kurmanya, pemilik sebelumnya pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya.
"Sungguh, kita mendapatkan keuntungan yang sangat besar hari ini!" katanya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa satu pohon kurma miliknya telah ditukar dengan sepuluh pohon kurma. Menurutnya, ia masih bisa menikmati buah dari pohon yang sebelumnya tumbuh di dekat rumahnya dan tidak perlu mengembalikan buah-buah yang jatuh ke halaman.
Namun, niat buruk tersebut tidak tersembunyi dari Allah SWT.
Pada malam harinya, terjadi sesuatu yang tidak mungkin dilakukan manusia. Dengan kuasa Allah SWT, pohon kurma yang sebelumnya berada di samping rumah orang tersebut berpindah tempat.
Pohon itu kemudian berdiri di halaman rumah Abu Dujanah.
Keesokan paginya, pemilik sebelumnya terkejut ketika melihat pohon kurma tersebut sudah tidak berada di tempat semula. Pohon itu telah berpindah dan berdiri kokoh di halaman rumah Abu Dujanah.
Sejak saat itu, anak-anak Abu Dujanah dapat menikmati buah kurma yang matang tanpa lagi khawatir memakan sesuatu yang bukan hak mereka.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT berkuasa atas segala sesuatu. Selain itu, kisah Abu Dujanah juga menunjukkan bagaimana seorang ayah berusaha menjaga keluarganya dari makanan yang tidak halal, meski harus menahan rasa iba ketika melihat anaknya kelaparan.
(lus/dvs)




































































